Tampilkan postingan dengan label sablon rubber. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sablon rubber. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Maret 2017

Cara merawat kaos sablon


       Kaos adalah pakaian sehari-hari yang sudah menjadi bagian dari dunia fashion. Busana ini bisa dikenakan siapa saja baik pria dan wanita, untuk semua kelompok umur termasuk bayi, remaja dan dewasa. Dengan desain yang terus berkembang seiring dengan perkembangan trend dari tahun ke tahun, kini kaos (T-shirt) tidak lagi menjadi busana yang memiliki nilai yang melebihi fungsi dasarnya.

Ingin tahu bagaimana merawat kaos kesayangan Anda dengar benar? Simak bagaimana cara merawat kaos kesayangan Anda : 
  • Jangan Direndam Terlalu Lama. Usahakan untuk kaos yang baru pertama kali dicuci tidak direndam lebih dari 30 menit, dan untuk kaos lama tidak lebih dari 1 jam. Jangan pula rendam dalam air dengan deterjen berlebihan. Karena deterjen berlebih dapat mengakibatkan sablon pada kaos cepat rusak.
  • Pisahkan saat pencucian. Pisahkan kaos Anda dengan pakaian lain, khususnya yang berwarna kuat seperti hitam, merah, biru, dsb dengan kaos berwarna putih. Hal ini guna mencegah seandainya warna kuat tersebut luntur tidak mengakibatkan kaos putih kesayangan Anda terkena dampaknya. Pisahkan juga antara pakaian yang kotor dengan yang kurang kotor agar kotoran tidak berpindah. 
  • Jangan disikat. Kaos berbahan katun memiliki tekstur kain yang lembut. Hindari menyikat kaos tipe ini, karena dapat merusak tekstur kain. Hindari juga kucekan dan perasan yang kuat karena selain merusak pori-pori baju juga dapat mengonyak sablon, khususnya pada kaos selain warna putih dan abu. 
  • Jemur terbalik. Tahukah Anda bahwa sinar matahari berlebih dapat mengakibatkan warna kaos dan sablon Anda memudar. Untuk mencegahnya jemur kaos Anda dengan posisi terbalik. Bagian dalam menghadap luar, dan bagian yang bersablon di dalam. 
  • Jangan digantung. Hindari menggantung dengan hanger pada bagian leher kaos. Hal ini dapat mengakibatkan leher kaos lekas melar. Melarnya ini akibat tidak kuat menahan beban air yang ada pada kaos basah. Hindari juga menggantung kaos pada tali/kawat jemuran, karena kontur tali / kawat dapat dengan mudah merusak tekstur kain yang halus.

  • Hindari Pemutih. Hindari mencuci kaos bersablon dengan pemutih / detergen yang mengandung pemutih. Hal ini karena reaksi kimia pemutih dapat mengakibatkan sablon menjadi luntur / terkelupas. Disamping itu juga membuat kaos lebih cepat tipis dan kasar.
  • Hindari mencuci dengan Mesin cuci. Sebaiknya cuci kaos Anda secara manual dengan tangan. Mencuci dengan mesin cuci dapat mengakibatkan kaos menjadi melar, sablon cepat rusak dan pori – pori kain kasar. Hal ini terjadi karena saat berputar kaos akan menerima beban tarik-ulur dan gesekan dengan kain lain disekitarnya.

  • Setrika. Agar kaos Anda tahan lama, sebaiknya selalu setrika setelah dicuci-jemur. Pastikan menyetrika baju dalam keadaan kering. Dan untuk kaos berwarna selain putih, hindari menyetrika pada bagian sablon. Atur posisi panas setrika Anda pada posisi sedang.

  • Segera cuci jika terkena noda. Apabila kaos kesayangan Anda terkena noda, segera cuci pada bagian yang bernoda. Gunakan shampoo/detergen, oleskan pada bagian nota. Gosok dengan halus dan bilas dengan air bersih hingga noda menghilang.
  • Jangan dipakai tidur. Agar kaos Anda awet hindari menggunakannya untuk tidur. Mengapa? Karena kaos akan menjadi cepat kotor khususnya di bagian leher. Saat Anda tidur sadar atau tidak Anda berkeringat. Kombinasi keringat dan kotoran debu pada seprai akan membuat kaos Anda kotor. Selain itu juga pressure pada kaos akan membuatnya lekas melar. 
  • Pakailah seperlunya. Apabila Anda sayang dengan kaos keren Anda, sebaiknya pakailah seperlunya alias di saat-saat penting Anda perlu bergaya saja. Jangan ckp ckp alias cuci kering pake cuci kering pake. Dan jangan lupa, simpanlah pada tempat yang kering dan tidak lembab. 


Selasa, 14 Maret 2017

Sejarah Sablon


Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata sablon ?
pasti jawabannya ga jauh jauh dari sablon kaos, tinta sablon, dan lainnya. Tapi siapakah yang memperkenalkan dan mengembangkan teknik sablon itu sendiri ?


       Teknik cetak sablon dikembangkan oleh orang jepang, yaitu Yuzenzai Miyasaki pada tahun 1654-1736 dan Zikukeo Hirose pada tahun 1822-1890. Apakah temen-temen tau pakaian khas jepang?

       Ya, Kimono. Pakaian khas jepang yang memiliki banyak motif ini dibuat dengan menggunakan teknik cetak sablon. Sablon kimono itu dilatarbelakangi oleh kaisar jepang yang melarang penggunaan kimono yang dibuat dengan tulisan tangan. Alasan Kaisar tersebut karena tingginya harga kimono motif tulisan tangan yang beredar di pasar. Dengan keluarnya kebijakan tersebut harga kimono dapat ditekan, dan kimono motif sablon mulai banyak di di gunakan oleh masysrakat jepang.


       Selanjutnya cetak sablon berkembang hingga ke daratan Eropa. Pada tahun 1851-1862 dan kemudian pada tahun 1868 Joseph Swan mendirikan atau menemukan produk autotype.
       Pada tanggal 11 Juli 1907 Samuel Simmon yang berkebangsaan Inggris mendapatkan hak patennya untuk teknik cetak sablon. Teknik sablon yang dibuat menggunakan Chiffon sebagai pola (form) untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari gasa atau kain saring. Gambar yang tercetak akan mengikuti pola gambar yang ada pada kain gasa. Itu sebabnya teknik ini dikenal dengan sebutan silk screen printing yang berarti mencetak dengan menggunakan kain saring sutra.


       Setelah itu cetak sablon berkembang ke Amerika Serikat sehingga pada tahun 1924 pertama kalinya proses cetak sablon dilakukan di atas bahan tekstil dan kemudian pada tahun 1946 MC Kornick dan Penney menemukan mesin cetak sablon.

       Setelah perang dunia kedua berakhir, teknik cetak semakin berkembang cukup cepat. Berbagai inovasi terus dilakukan hingga memimculkan teknik baru yaitu teknik saring modern. Teknik dasar yang digunakan ini tetaplah sederhana, murah dan mudah untuk dipraktekkan sehingga orang-orang tetap beranggapan sama pada teknik saring ini yaitu usaha sambilan tetapi tetap menghasilkan. Istilah teknik cetak saring di Indonesia kurang di kenal. Istilah yang lebih popular digunakan adalah cetak sablon. Konon, kata sablon berasal dari bahasa belanda, yakni Schablon. Kata tersebut berkulturasi dan menjadi bahasa sarapan hingga bermetamorposis menjadi kata sablon.

Setelah mengetahui tentang sejarah sablon, mungkin Anda tertarik memiliki kaos sablon desain sendiri. Anda bisa memesannya di REKA REKO atau kontak dibawah

Jasa Pembuatan Kaos
Contact us
sms/whatsapp : 082242613280
PIN BB : 58413D3A
e-mail : rekarekosolo@gmail.com

Jl. Amarta , Tegal Rejo RT 02 / RW 06 , Ngringo, Jaten , Karanganyar, Solo.
(Belakang UNSA / ASMI )


Terimakasih. ^.^

Jenis - jenis tinta rubber

Tinta Rubber pada Sablon



       Tinta Rubber atau karet merupakan salah satu tinta yang digunakan pada sablon kaos, tinta rubber jenis yang banyak dipakai adalah waterbase atau larut dalam air. Terdapat banyak merk tinta rubber yang ada di pasaran seperti Matsui, Ant-Ink, LA, GK, dan lain sebagainya, umumnya tiap merk mengeluarkan 3 jenis yaitu putih, netral dan transparan. 

1. Tinta Rubber Putih atau White
       Seperti namanya rubber white atau putih, tinta ini mempunyai warna putih siap pakai yang digunakan untuk sablonan pada warna putih tanpa ditambah pigmen atau pewarna. Cocok untuk menyablon pada kain gelap atau sebagai dasaran untuk warna lain. Rubber white juga biasa digunakan untuk menghasilkan warna-warna muda dengan mencampurnya dengan pewarna atau pigmen.

2. Tinta Rubber Netral 
       Rubber netral (menurut analisa penulis) merupakan perpaduan antara rubber transparan dan sedikit rubber white, komposisinya antara 80:20 atau mungkin berbeda-beda pada tiap-tiap merk. Rubber netral dicampur dengan pewarna untuk menghasilkan warna sesuai yang diinginkan baik warna terang maupun warna gelap. Cocok untuk menyablon kain warna terang maupun gelap. 

3. Tinta Rubber Clear atau Transparan 
       Rubber transparan merupakan rubber yang mempunyai karakter transparan, cocok untuk digunakan pada sablon sparasi (CMYK). Rubber transparan dicampur pewarna bagus untuk menyablon kain warna putih, akan tetapi untuk menyablon pada kain warna gelap baiknya kain diberi dasaran sablon putih agak warna sablon maksimal. Rubber transparan juga dapat digunakan untuk membuat kaos Glow in The Dark dengan mencampurnya dengan fosfor.

       Pabrikan rubber dengan merk masing-masing umumnya mengeluarkan tiga jenis rubber di atas, sehingga dengan mengenal karakter tiap jenis rubber seperti yang telah dijelaskan di atas kita dapat memperoleh rubber sesuai kebutuhan sablon.

Jasa Sablon kaos (rubber, plastisol, fosfor, gold, metalic, dll)

Contact us
SMS/whatsapp : 082242613280
PIN BB : 58413D3A
e-mail : rekarekosolo@gmail.com
IG : @rekareko_clothing

Jl. Amarta , Tegal Rejo RT 02 / RW 06, Ngringo, Jaten, Karanganyar, Solo.
(Barat UNS, Belakang UNSA / ASMI)