Tampilkan postingan dengan label sablon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sablon. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Maret 2017

Sejarah Sablon


Apa yang anda pikirkan ketika mendengar kata sablon ?
pasti jawabannya ga jauh jauh dari sablon kaos, tinta sablon, dan lainnya. Tapi siapakah yang memperkenalkan dan mengembangkan teknik sablon itu sendiri ?


       Teknik cetak sablon dikembangkan oleh orang jepang, yaitu Yuzenzai Miyasaki pada tahun 1654-1736 dan Zikukeo Hirose pada tahun 1822-1890. Apakah temen-temen tau pakaian khas jepang?

       Ya, Kimono. Pakaian khas jepang yang memiliki banyak motif ini dibuat dengan menggunakan teknik cetak sablon. Sablon kimono itu dilatarbelakangi oleh kaisar jepang yang melarang penggunaan kimono yang dibuat dengan tulisan tangan. Alasan Kaisar tersebut karena tingginya harga kimono motif tulisan tangan yang beredar di pasar. Dengan keluarnya kebijakan tersebut harga kimono dapat ditekan, dan kimono motif sablon mulai banyak di di gunakan oleh masysrakat jepang.


       Selanjutnya cetak sablon berkembang hingga ke daratan Eropa. Pada tahun 1851-1862 dan kemudian pada tahun 1868 Joseph Swan mendirikan atau menemukan produk autotype.
       Pada tanggal 11 Juli 1907 Samuel Simmon yang berkebangsaan Inggris mendapatkan hak patennya untuk teknik cetak sablon. Teknik sablon yang dibuat menggunakan Chiffon sebagai pola (form) untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari gasa atau kain saring. Gambar yang tercetak akan mengikuti pola gambar yang ada pada kain gasa. Itu sebabnya teknik ini dikenal dengan sebutan silk screen printing yang berarti mencetak dengan menggunakan kain saring sutra.


       Setelah itu cetak sablon berkembang ke Amerika Serikat sehingga pada tahun 1924 pertama kalinya proses cetak sablon dilakukan di atas bahan tekstil dan kemudian pada tahun 1946 MC Kornick dan Penney menemukan mesin cetak sablon.

       Setelah perang dunia kedua berakhir, teknik cetak semakin berkembang cukup cepat. Berbagai inovasi terus dilakukan hingga memimculkan teknik baru yaitu teknik saring modern. Teknik dasar yang digunakan ini tetaplah sederhana, murah dan mudah untuk dipraktekkan sehingga orang-orang tetap beranggapan sama pada teknik saring ini yaitu usaha sambilan tetapi tetap menghasilkan. Istilah teknik cetak saring di Indonesia kurang di kenal. Istilah yang lebih popular digunakan adalah cetak sablon. Konon, kata sablon berasal dari bahasa belanda, yakni Schablon. Kata tersebut berkulturasi dan menjadi bahasa sarapan hingga bermetamorposis menjadi kata sablon.

Setelah mengetahui tentang sejarah sablon, mungkin Anda tertarik memiliki kaos sablon desain sendiri. Anda bisa memesannya di REKA REKO atau kontak dibawah

Jasa Pembuatan Kaos
Contact us
sms/whatsapp : 082242613280
PIN BB : 58413D3A
e-mail : rekarekosolo@gmail.com

Jl. Amarta , Tegal Rejo RT 02 / RW 06 , Ngringo, Jaten , Karanganyar, Solo.
(Belakang UNSA / ASMI )


Terimakasih. ^.^

Arti Label Tag pada Pakaian

Arti Label Tag pada Pakaian

       Pakaian seperti kemeja, celana, handuk dan lain sebagainya, biasanya tercantum sebuah label pemeliharaan di bagian dalamnya. Label ini berisi simbol-simbol yang menuntun kita dalam memelihara pakaian tersebut agar awet dan tahan lama. Karena setiap pakaian tidak sama bahan kain pembuatnya sehingga diperlukan perlakuan khusus untuk masing-masing jenis kain. Misalnya saja, ada pakaian yang terbuat dari kain nilon, sutera, wol, katun, linen dan lain-lain. Simbol-simbol yang ada di label pakaian ini biasanya juga dilengkapi dengan keterangan singkat yang menjelaskan arti dari simbol-simbol yang tercantum di label tersebut. Simbol-simbol pemeliharaan pakaian ini banyak ragamnya. Simbol-simbol ini biasanya terbagi dalam 7 kelompok, yaitu temperatur, pemutih, pencucian, dry cleaning, pengeringan, pemerasan, dan suhu setrika.

Nah, kita akan menjelaskan 7 kelompok simbol yang harus diperhatikan dalam merawat pakaian agar awet dan tidak cepat rusak.


Simbol Tempuratur

 
       Simbol temperatur menunjukkan suhu atau temperatur yang dibutuhkan atau yang dapat ditolerir oleh pakaian tersebut. Jika tak ada tanda-tanda pada simbol bak berisi air, maka kita mencuci pakaian tersebut dengan suhu normal. 

Simbol Pemutih
 
       Simbol pemutih ini digambarkan dengan segitiga. Jika pada label pakaian terdapat gambar segitiga, berarti kita boleh memakai pemutih. Sedangkan gambar segitiga berwarna hitam disilang artinya kita dilarang untuk memakai pemutih pada pakaian tersebut.


Simbol Pencucian
 
 Kalau pada simbol bak cuci terdapat gambar tangan, berarti pakaian ini dicuci dengan tangan atau manual tidak boleh dengan mesin cuci.


Simbol Dryclean
 
        Dryclean merupakan cara mencuci untuk menghilangkan noda-noda yang membandel seperti cat atau bahan kimia yang tumpah dan menempel pada pakaian dengan menggunakan sedikit air atau tanpa air sama sekali. Cara mencuci seperti ini dapat membuat warna pakaian pudar dan mengerut. Kalau ada gambar lingkaran, berarti pakaian ini boleh di-drycleaning. Sedangkan jika logo lingkaran tersebut diberi tanda silang artinya pakaian tersebut tidak boleh di-drycleaning. 

Simbol Pengeringan
       Panduan untuk mengeringkan pakaian ini digambarkan dengan logo lingkaran dalam persegi. Pakaian harus dikeringkan dengan suhu rendah bila hanya ada satu titik dalam lingkaran. Sedangkan jika ada tanda silang pada logo, berarti pakaian tidak boleh dikeringkan dengan mesin. 

Simbol Penyeterikaan
       Jika ada satu titik di dalam logo setrika, berarti pakaian disetrika dengan suhu rendah. Makin banyak titiknya, makin tinggi derajat suhunya. Bila gambar setrika diberi tanda silang artinya pakaian tidak boleh disetrika. 

Simbol Pemerasan Pakaian
Tidak semua pakaian boleh diperas sehabis dicuci. Bila kita menemukan logo pakaian diperas yang disilang artinya kita dilarang untuk memeras pakaian tersebut.


Jasa Pembuatan Kaos

Contact us
sms/whatsapp : 082242613280
PIN BB : 58413D3A
e-mail : rekarekosolo@gmail.com

Jl. Amarta , Tegal Rejo RT 02 / RW 06 , Ngringo, Jaten , Karanganyar, Solo.
(Belakang UNSA / ASMI )

JENIS JAHITAN KAOS BERKUALITAS

JAHITAN KAOS BERKUALITAS

       Ada baiknya sebelum Anda membeli Kaos, kenalilah macam-macam jahitan kaos agar Anda tidak membeli kaos dengan kualitas jahitan yang tidak bagus. Nah berikut ini adalah standar jahitan kaos dengan kualitas bagus.

1. Jahitan Obras


       Jahitan Obras pada kaos biasa digunakan untuk menggabungkan antara potongan kain bagian depan dan kain bagian belakang dengan jahitan pada bagian samping atas ke bawah. Selain itu jahitan obras juga digunakan untuk menjahit Rib (kerah di leher kaos atau di lengan). Adapun mesin untuk menjahit Obras dapat menggunakan mesin Obrasdengan 3 benang, 4 benang dan 5 benang.

2. Jahitan Overdeck
       Jahitan Overdeck adalah jahitan yang dihasilkan oleh mesin overdeck berkecepatan tinggi (overdeck high speed machine). Jahitan ini biasa digunakan pada bagian lengan dan bawah kaos, yaitu dengan melipat kainnya lalu dirapihkan jahitannya dengan menggunakan mesin overdeck ini. Hasil jahitan pada permukaan atas berupa jahitan dengan 2 benang, sedangkan bagian bawah seperti jahitan obras. Jenis jahitan overdeck ini biasanya menggunakan 3 benang dan 2 jarum. Ada istilah lain dari jahitan overdeck ini yaitu Jahit Kumis yang merupakan salah satu jahitan overdeck yang telah dimodifikasi dengan menggunakan 5 benang dan 3 jarum.


3. Jahitan Rantai
       Model jahitan ini akan menghasilkan jahitan seperti rantai. Jahitan ini biasa digunakan untuk menjahit dari pundak kiri, pundak kanan, dan belakang leher. Saat ini salah satu acuan untuk memilih kaos dengan kualitas bagus dan awet dapat dilihat dengan adanya jahitan rantai yang rapi pada kaos. Pada jahitan rantai ini terdapat kain atau yang disebut “bis,” berfungsi sebagai penutup jahitan obrasan pada pundak agar terlihat rapi. Jenis jahitan bis ini merupakan turunan dari jahitan rantai.


Dengan mengetahui jenis-jenis jahitan Anda bisa menilai apakah kaos tersebut berkualitas baik atau buruk.

Mau bikin kaos berkualitas?
Contact us
sms/whatsapp : 082242613280
PIN BB : 58413D3A
e-mail : rekarekosolo@gmail.com

Jl. Amarta , Tegal Rejo RT 02 / RW 06 , Ngringo, Jaten , Karanganyar, Solo.
(Belakang UNSA / ASMI )

Jenis - jenis tinta rubber

Tinta Rubber pada Sablon



       Tinta Rubber atau karet merupakan salah satu tinta yang digunakan pada sablon kaos, tinta rubber jenis yang banyak dipakai adalah waterbase atau larut dalam air. Terdapat banyak merk tinta rubber yang ada di pasaran seperti Matsui, Ant-Ink, LA, GK, dan lain sebagainya, umumnya tiap merk mengeluarkan 3 jenis yaitu putih, netral dan transparan. 

1. Tinta Rubber Putih atau White
       Seperti namanya rubber white atau putih, tinta ini mempunyai warna putih siap pakai yang digunakan untuk sablonan pada warna putih tanpa ditambah pigmen atau pewarna. Cocok untuk menyablon pada kain gelap atau sebagai dasaran untuk warna lain. Rubber white juga biasa digunakan untuk menghasilkan warna-warna muda dengan mencampurnya dengan pewarna atau pigmen.

2. Tinta Rubber Netral 
       Rubber netral (menurut analisa penulis) merupakan perpaduan antara rubber transparan dan sedikit rubber white, komposisinya antara 80:20 atau mungkin berbeda-beda pada tiap-tiap merk. Rubber netral dicampur dengan pewarna untuk menghasilkan warna sesuai yang diinginkan baik warna terang maupun warna gelap. Cocok untuk menyablon kain warna terang maupun gelap. 

3. Tinta Rubber Clear atau Transparan 
       Rubber transparan merupakan rubber yang mempunyai karakter transparan, cocok untuk digunakan pada sablon sparasi (CMYK). Rubber transparan dicampur pewarna bagus untuk menyablon kain warna putih, akan tetapi untuk menyablon pada kain warna gelap baiknya kain diberi dasaran sablon putih agak warna sablon maksimal. Rubber transparan juga dapat digunakan untuk membuat kaos Glow in The Dark dengan mencampurnya dengan fosfor.

       Pabrikan rubber dengan merk masing-masing umumnya mengeluarkan tiga jenis rubber di atas, sehingga dengan mengenal karakter tiap jenis rubber seperti yang telah dijelaskan di atas kita dapat memperoleh rubber sesuai kebutuhan sablon.

Jasa Sablon kaos (rubber, plastisol, fosfor, gold, metalic, dll)

Contact us
SMS/whatsapp : 082242613280
PIN BB : 58413D3A
e-mail : rekarekosolo@gmail.com
IG : @rekareko_clothing

Jl. Amarta , Tegal Rejo RT 02 / RW 06, Ngringo, Jaten, Karanganyar, Solo.
(Barat UNS, Belakang UNSA / ASMI)

macam ukuran screen untuk sablon

Macam ukuran screen sablon



       Dibawah ini adalah berbagai macam ukuran screen dan kegunaannya. Ukuran screen biasa disebut Thick disingkat T yaitu kerapatan pada anyaman benang-benang screen. Kerapatan ditandakan dengan T-xx (xx adalah angka) semakin besar angkanya semakin rapat. Ukuran screen pun juga beragam semisal desain ukuran A3 (29,7 x 42) maka screen yang di pake perlu toleransi 10cm kanan kiri dan 10 cm atas bawah dengan kata lain pake screen 40 x 50 agar lebih nyaman saat proses sablon sebagai wadah tinta dalam screen. 
       Harga screen pun tergantung kerapatan kain screen. Semakin rapat semakin mahal. Kalau harga sangat relatif tergantung kerapatan*pastinya*, merk kain, jenis rangka yg di pake. Kira-kira saja 10.000 – 100.000/biji.

Berikut ini penggunaan screen berdasarkan nomor :

1. Screen 48 T – 55 T
       Screen kasar ini memiliki lubang pori-pori cukup besar, sehingga mampu menyalurkan tinta dalam jumlah yang cukup banyak dan tebal. Biasa digunakan untuk media handuk, selimut, karpet dan karung. untuk sablon kaos biasanya buat blok / dasaran dan desain-desain yang tidak terlalu detail menggunakan pasta rubber putih pada kaos warna gelap.

2. Screen T 61
       Ukuran ini lubang pori-porinya juga lumayan besar maka baik digunakan untuk sablon pasta rubber/karet pada warna kedua pada kaos, juga biasa dipakai sablon dengan teknik foaming (sablon untuk mendapatkan ketebalan tertentu), juga baik untuk sablon lem stiker.

3. Screen T 77
       Digunakan untuk menyablon kaos dengan menggunakan tinta Extender terutama untuk desain yang membutuhkan tingkat detail yang cukup tinggi, baik juga digunakan untuk membuat spanduk.

4. Screen T 90
       Digunakan untuk menyablon kaos dengan tinta Extender terutama untuk desain yang kecil atau desain raster, baik juga digunakan untuk kain tekstil yang bertekstur halus seperti kain saten, peles dan sutera. Untuk Tinta jenis Plastisol biasanya untuk blok / desain-desain yang besar dan tingkat detail yang rendah.

5. Screen T 120

       Digunakan untuk menyablon karton, seng, kayu, kulit, dan kayu. karung plastik (glangsi). Untuk Tinta plastisol untuk desain dengan tingkat detail yang cukup tinggi.

6. Screen T 150
       Digunakan untuk sablon kertas daya serap tinggi, seperti kertas Hammer, Hawai yang biasa digunakan untuk undangan.

7. Screen T 165
       Screen ini tergolong screen dengan lubang pori-pori halus, biasa untuk sablon kertas dengan daya serap rendah, baik juga untuk sablon plastik, logam dan kaca.

8. Screen T 180
       Biasa digunakan untuk mencetak plastik dan bahan-bahan yang bertekstur sangat halus.

9. Screen T 200
       Biasa digunakan untuk mencetak pada media plastik, kaca dengan teknik raster.

Demikian sekelumit tentang kain screen dan kegunaannya, semoga bermanfaat.


Jasa Pembuatan Kaos

Contact us
sms/whatsapp : 082242613280
PIN BB : 58413D3A
e-mail : rekarekosolo@gmail.com

Jl. Amarta , Tegal Rejo RT 02 / RW 06 , Ngringo, Jaten , Karanganyar, Solo.
(Belakang UNSA / ASMI )