Tampilkan postingan dengan label jaket. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jaket. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Maret 2017

Sejarah Perkembangan Jaket Di Dunia


       Jaket pada umumnya digunakan untuk menghangatkan badan. Seiring perkembangan zaman, jaket juga dimanfaatkan sebagai penunjang penampilan. Namun jaket tidak serta merta muncul begitu saja. Pada kali ini (05/02) kami akan membahas sejarah awal mula jaket dan perkembangannya di dunia hingga saat ini.

       Pada awalnya, jaket, khususnya jaket kulit berawal dari jaket pilot atau yang lebih dikenal dengan Flight Bomber Jacket. Awalnya konsep pembuatan Leather Flight Jacket ini dimulai pada saat WWI (Perang Dunia Pertama), dengan tujuan menghangatkan suhu tubuh pilot dan para kru pada ketinggian ribuan kaki di udara yang keadaan angin dan suhunya sangat ekstrim. Namun pada saat itu jaket yang dibuat jauh dari kepraktisan, barulah pada awal tahun 1915 para pilot dari Royal Flying Corps yaitu jasa penerbangan di wilayah Perancis dan Belgia mulai memakai jaket kulit berlengan panjang dan dimulailah era trend Leather Flight Jackets.


       Ketika memasuki WWII (Perang Dunia Kedua), di saat pesawat terbang sudah mulai tinggi jarak tempuhnya sekitar 25.000 kaki dan temperatur bisa di bawah nol derajat celcius dimulailah era Shearling Flight Jacket, yaitu Bomber Flight Jacket dengan lapisan wool di dalamnya yang menjadi salah satu jaket terhangat pada zaman itu. Pada tahun 1950-an angkatan udara Amerika Serikat mengeluarkan aturan baru demi kenyamanan dan keselamatan penerbang, dari sinilah dimulainya era flight jacket dari bahan nylon. Tapi bukan berarti keberadaan Leather Filght Jacket ini menghilang, jaket tipe ini masih terus diproduksi bukan hanya karena untuk kepentingan fashion tetapi juga untuk mengenang para jasa bomber pilot yang berjaya pada masanya.


       Pada masa perang dunia, jaket identik dengan kaum pria, karena fungsinya untuk menghangatkan tubuh para pilot pesawat tempur. Namun kini jaket semakin bersifat universal. Tak hanya kaum pria saja yang bisa menggunakannya, kaum wanita pun juga bisa menggunakannya. Kini jaket telah bertambah fungsinya, tak hanya untuk menghangatkan tubuh, jaket juga dijadikan sebagai sarana fashion yang bisa dikenakan segala golongan usia, dari mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa. Berbagai jenis jaket diproduksi saat ini, misalnya seperti jaket kulit, jaket casual, jaket jeans, jaket bulu, jaket sporty, jaket motor, jaket anti air, dan berbagainya. Jaket yang dulu hanya digunakan pada musim dingin maupun di tempat yang dingin, kini jaket bisa dikenakan di mana saja, baik di tempat tropis sekali pun. Bahkan jaket kini sering digunakan untuk melindungi tubuh dari paparan sinar matahari yang membahayakan bagi kesehatan kulit.

       Bahan pembuatan jaket pun semakin beragam. Ada yang terbuat dari kulit asli, kulit sintetis, wool, bulu, cotton, nylon, hingga bahan tahan air sekalipun. Awalnya jaket hanya diproduksi dengan warna-warna gelap saja seperti hitam, coklat, dan abu-abu. Namun kini warna jaket semakin beragam. Berbagai jaket warna cerah maupun warna-warna natural bisa ditemukan saat ini. Bahkan tak jarang desainer memadukan berbagai jenis warna pada satu jaket. Tak hanya padu padan warna saja, saat ini jaket juga sering dilengkapi dengan berbagai gambar dan motif. Gambar yang terdapat pada jaket pun beragam, ada yang bergambar kartun, gambar pemandangan, bergambar logo, maupun hanya sekedar tulisan-tulisan. Motif jaket pun beragam, ada motif garis, motif kotak-kotak dan lain sebagainya. Gambar dan motif yang terdapat pada jaket umumnya hasil sablon maupun bordir. Jaket kini pun dilengkapi dengan hoodie yang berfungsi untuk melindungi kepala maupun menambah estetika dari jaket tersebut.
Trend jaket saat ini tidak lepas dari sejarah kemunculannya. Namun perkembangannya saat ini semakin cepat. Sehingga beragam model jaket yang menunjang penampilan bisa ditemukan saat ini.

mau bikin jaket keren? klik disini !!!


Rabu, 15 Maret 2017

Cara merawat kaos sablon


       Kaos adalah pakaian sehari-hari yang sudah menjadi bagian dari dunia fashion. Busana ini bisa dikenakan siapa saja baik pria dan wanita, untuk semua kelompok umur termasuk bayi, remaja dan dewasa. Dengan desain yang terus berkembang seiring dengan perkembangan trend dari tahun ke tahun, kini kaos (T-shirt) tidak lagi menjadi busana yang memiliki nilai yang melebihi fungsi dasarnya.

Ingin tahu bagaimana merawat kaos kesayangan Anda dengar benar? Simak bagaimana cara merawat kaos kesayangan Anda : 
  • Jangan Direndam Terlalu Lama. Usahakan untuk kaos yang baru pertama kali dicuci tidak direndam lebih dari 30 menit, dan untuk kaos lama tidak lebih dari 1 jam. Jangan pula rendam dalam air dengan deterjen berlebihan. Karena deterjen berlebih dapat mengakibatkan sablon pada kaos cepat rusak.
  • Pisahkan saat pencucian. Pisahkan kaos Anda dengan pakaian lain, khususnya yang berwarna kuat seperti hitam, merah, biru, dsb dengan kaos berwarna putih. Hal ini guna mencegah seandainya warna kuat tersebut luntur tidak mengakibatkan kaos putih kesayangan Anda terkena dampaknya. Pisahkan juga antara pakaian yang kotor dengan yang kurang kotor agar kotoran tidak berpindah. 
  • Jangan disikat. Kaos berbahan katun memiliki tekstur kain yang lembut. Hindari menyikat kaos tipe ini, karena dapat merusak tekstur kain. Hindari juga kucekan dan perasan yang kuat karena selain merusak pori-pori baju juga dapat mengonyak sablon, khususnya pada kaos selain warna putih dan abu. 
  • Jemur terbalik. Tahukah Anda bahwa sinar matahari berlebih dapat mengakibatkan warna kaos dan sablon Anda memudar. Untuk mencegahnya jemur kaos Anda dengan posisi terbalik. Bagian dalam menghadap luar, dan bagian yang bersablon di dalam. 
  • Jangan digantung. Hindari menggantung dengan hanger pada bagian leher kaos. Hal ini dapat mengakibatkan leher kaos lekas melar. Melarnya ini akibat tidak kuat menahan beban air yang ada pada kaos basah. Hindari juga menggantung kaos pada tali/kawat jemuran, karena kontur tali / kawat dapat dengan mudah merusak tekstur kain yang halus.

  • Hindari Pemutih. Hindari mencuci kaos bersablon dengan pemutih / detergen yang mengandung pemutih. Hal ini karena reaksi kimia pemutih dapat mengakibatkan sablon menjadi luntur / terkelupas. Disamping itu juga membuat kaos lebih cepat tipis dan kasar.
  • Hindari mencuci dengan Mesin cuci. Sebaiknya cuci kaos Anda secara manual dengan tangan. Mencuci dengan mesin cuci dapat mengakibatkan kaos menjadi melar, sablon cepat rusak dan pori – pori kain kasar. Hal ini terjadi karena saat berputar kaos akan menerima beban tarik-ulur dan gesekan dengan kain lain disekitarnya.

  • Setrika. Agar kaos Anda tahan lama, sebaiknya selalu setrika setelah dicuci-jemur. Pastikan menyetrika baju dalam keadaan kering. Dan untuk kaos berwarna selain putih, hindari menyetrika pada bagian sablon. Atur posisi panas setrika Anda pada posisi sedang.

  • Segera cuci jika terkena noda. Apabila kaos kesayangan Anda terkena noda, segera cuci pada bagian yang bernoda. Gunakan shampoo/detergen, oleskan pada bagian nota. Gosok dengan halus dan bilas dengan air bersih hingga noda menghilang.
  • Jangan dipakai tidur. Agar kaos Anda awet hindari menggunakannya untuk tidur. Mengapa? Karena kaos akan menjadi cepat kotor khususnya di bagian leher. Saat Anda tidur sadar atau tidak Anda berkeringat. Kombinasi keringat dan kotoran debu pada seprai akan membuat kaos Anda kotor. Selain itu juga pressure pada kaos akan membuatnya lekas melar. 
  • Pakailah seperlunya. Apabila Anda sayang dengan kaos keren Anda, sebaiknya pakailah seperlunya alias di saat-saat penting Anda perlu bergaya saja. Jangan ckp ckp alias cuci kering pake cuci kering pake. Dan jangan lupa, simpanlah pada tempat yang kering dan tidak lembab.